Non-Violence (Tanpa Kekerasan)
Non-Violence mengacu pada tindakan yang tidak merugikan atau menyakiti. Non-violence merupakan puncak dari seluruh nilai yang telah dijelaskan sebelumnya. Ketika seseorang dipenuhi dengan kedamaian dan kasih, serta dipandu oleh hati nuraninya (truth), maka ia tidak akan bertindak menyakiti orang lain maupun dirinya sendiri. Salah satu cara untuk menerapkan nilai ini adalah dengan menjalani segala sesuatu secara seimbang dan secukupnya dalam setiap aspek kehidupan. Sebagai contoh, ketika makan, seseorang akan sakit jika makan berlebihan, tetapi juga akan lemas jika tidak makan dengan cukup. Kedua tindakan tersebut berarti merugikan diri sendiri dan kesehatan, sehingga tidak mencerminkan praktik non-violence. Untuk menerapkan non-violence dalam situasi ini, seseorang perlu makan dalam jumlah yang “cukup” — tidak berlebihan dan tidak kekurangan — agar tubuh dapat berfungsi dengan baik. Prinsip ini juga dapat diterapkan dalam berbagai aspek lain, seperti penggunaan listrik, air, kata-kata, dan lain sebagainya.